#TipsFotoFunko: Teknik Ciamik Memotret Funko


Assalamu'alaikum!
Kalo kata Icha si biang racun Funko, perkara foto-foto (apalagi ootd pas lagi hangout), biasanya yang bikin bingung nggak cuma outfit yang dipake, tapi juga printilan kayak makeup, pose, dan latar foto yang kece binti aesthetic demi feed Instagram kece. Sama halnya dengan foto Funko, karena....SELALU BINGUNG MAU BAWA YANG MANA. Ditambah lagi kalo ada acara tertentu, misalnya event blogger, kondangan (iya, anaknya pernah bawa Funko ke kondangan, lol), atau jalan-jalan ke luar kota. Kan sayang kalo udah bawa Funko, foto-foto tapi hasilnya malah nggak bercerita.


Yep, it happens to me aaaallll the time, so are fellow Funko collectors. Tapi daripada sekedar nggondol Funko di tas namun nggak foto karena latar nggak mendukung, sini, saya bisikin beberapa teknik ciamik. Oiya, di blog post kali ini yang ngasih tips nggak cuma saya sendiri, ada Debby (@deboratobing) dan Alfian (@alfviaan), dua temen sesama kolektor juga bakal sharing tips ciamik foto Funko ala mereka masing-masing. So.. here we go!


1. Know the Funko (and the place you're gonna go to)


Sebelum masuk ke tas, pastiin kamu tau si Funko akan keliatan lebih cocok kalo difoto di lokasi dan suasana tertentu. Misalnya kalo mau brunch-brunch cantik di toko roti udah paling cocok bawa Funko Jacob Kowalski atau Peeta Melark. Kondangan? Bawa Funko Disney Princess atau yang sepasang bisa banget. Kalo liburan ke pantai bisa bawa Moana, Maui, Aquaman atau Ariel. Fashion Week? Bawa Funko Katniss Everdeen dengan gaun pengantin Mockingjay karya Tex Saverio, atau Funko yang punya fashion statement sehingga nyambung kalo difoto di acara fashion. Premiere film Justice League yang sebentar lagi tayang? Boyong satu atau semua squad biar tambah puas! Tapi kalo Funko yang dipunya beda dunia juga gak papa, malah bisa crossfandom. Hihi!

2. Know the angles for more diverse result


Karena ruang gerak Funko nggak seluwes action figure lainnya alias hanya kepalanya yang bisa ditolah-toleh, pertama-tama kita harus tau nih angle terbaik si Funko dan kesan apa yang akan tercipta jika difoto dari sisi tersebut. Misalnya kalo lagi mau motret si Newt, angle terbaiknya adalah  badan agak serong ketika kepala menghadap lensa supaya hasilnya Funko terlihat lebih 'hidup'. Lalu karena Funko lebih besar di bagian kepala, sebaiknya saat memotret ambil angle yang sejajar dengan mata agar posturnya lebih proporsional dan memperlihatkan keseluruhan detail Funko. Bahkan sering lho demi hasil foto Funko nan tjiamik saya sampe jongkok, bahkan miring XD. Udah gak peduli deh mau diliat orang kenapa motret mainan sampe segitunya, haha!
Dengan mengetahui berbagai angle saat memotret, maka...


2. Create the emotion

Walau rata-rata raut wajah Funko lempeng bak Hello Kitty, setiap angle menciptakan "emosi" yang berbeda lho. Misalnya kalo menampilkan kesan 'perkasa' atau powerful, paling ampuh kalo memotret dari angle yang agak lebih rendah. Atau kalau mau menonjolkan benda lain tapi tetap ada Funkonya, biar nggak salah fokus arahkan kepala si Funko ke benda tersebut. Nah, kalo Funkonya ada dua (apalagi kalo karakternya berpasangan nih!), posisi berhadapan dapat menciptakan kesan intimate sekaligus interaksi, apalagi kalo konsepnya mendukung. 

3. Have a concept!


Kalo kata Debby, sebelum photo session sebaiknya nyatet konsep foto berikut latar, cerita, dan props. Misalnya kalo konsep fotonya minimalis tapi romantis ala beauty shot pernikahan atau "somewhere in between", latar gorden putih transparan atau elemen rustic kayak kombinasi bunga/ranting kering dan kayu selalu jawara. Konsep "horor" ala Ibu "Pengabdi Setan"? Siapin cermin, taro kain tulle, pencahayaan harus on point biar makin dapet konsep horornya.

4. Supporting background matters!

Nah, si latar juga punya peran penting nih biar foto Funko selalu terlihat maksimal binti paripurna! Upayakan si latar mendukung tokoh Funko yang mau difoto, misalnya motret Jon dengan latar serba putih karena mirip dengan lokasi The Wall, atau foto Niffler dengan koin dan perhiasan emas. Mau lebih niat lagi? Kalo punya Funko yang kamu punya 'pas' banget sama event atau exhibition bertema film/komik/series tersebut (contoh: Thor: Ragnarok exhibition di Pacific Place), puas-puasin deh tuh foto di sana. Kalopun latarnya nggak matching-matching amat sama si tokoh, malah bisa tercipta ide foto baru. Atau....

5. Bokeh to the rescue!


Biar si Funko tetep jadi objek utama, biasanya latar yang bokeh malah bikin hasil foto Funko effortlessly dreamy dan dramatis. Nggak mesti repot-repot beli lensa fix, lensa biasa pun bisa dipake buat menghasilkan efek bokeh. Even better, smartphone saat ini juga udah banyak yang ningkatin kualitas kamera dan hasilnya nggak kalah kece dari DSLR atau mirrorless. Trik ini bisa dipake kalo suasana sekitar 'kurang mendukung' atau latarnya terlalu ramai.

6. Ready, STEADY, Snap!


Kenapa steady-nya kapital semua? Sekali lagi karena Funko kegedean di kepala, ketika difoto posisinya harus bener-bener berdiri kokoh. Makanya beberapa Funko (biasanya yang 'berat' di ornamen kepala atau pake sepatu berhak tinggi) dilengkapi dengan standee supaya nggak gampang jatuh alias kalo pake istilah ala saya dan temen-temen: MINGUK - yes, it refers to Song Minguk yang jaman batitanya sering jatoh karena kegedean kepala. Kalopun nggak 'dibekali' standee, bisa diakali dengan mengubah posisi kepala atau tubuh ke arah yang sedikit berlawanan agar posisinya proporsional. 

7. Tone up the mood
Latarnya sama, tapi tone yang berbeda bisa menghasilkan foto yang beragam lho!

Setelah motret, proses editing jangan lupa dong biar keliatan lebih ciamik. Kalo biasanya saya cukup ngedit pake aplikasi Snapseed, Alfian ngerekomendasiin untuk ngedit hasil foto-foto Funko di dua apps atau lebih seperti Adobe Lightroom untuk hasil yang lebih jernih dan Picsart karena efeknya lebih variatif. Jangan takut mainin tone foto biar hasilnya makin beragam. Misalnya kalo mau efek horor  ala foto jadul tinggal dikasih efek black & white dan naikin noise, atau biar moodnya romantis tone warnanya dibikin soft dan pastel. Mau hasilnya keliatan rustic dan homey tinggal naikin tonenya jadi warm, dan masih banyak lagi.

Akhir kata, selamat mencoba dan semoga triknya bermanfaat ya!
Regards, Ratri



1 komentar:

  1. Lucu banget funko-nya. Bagus emang buat objek belajar motret mbak :D

    BalasHapus

Komentar boleh, nyampah gak jelas jangan ya :D