"Geeks" & "Nerds", Istilah Serupa tapi Tak Sama

Hayo, kamu yang mana?

Assalamu'alaikum,

Kalian pernah nggak sih ketemu orang yang bener-bener tau A-Z tentang hal yang mereka sukai dan suka bingung sama apa yang diomongin karena kita belum tentu ngerti maksudnya? That's when you meet a nerd or a geek. Berhubung blog ini rata-rata isinya tentang "geek", tak kenal maka tak sayang, kurang afdol rasanya kalo nggak ngenalin perbedaan istilah "nerds" &"geeks" ke kalian supaya lebih gampang dimengerti.

Wait a second, bukannya sepintas "nerd" sama "geek" itu sinonim, ya? Gini jeung, dulu, dua istilah ini 'nempel' banget dengan sosok yang pinternya kebangetan, culun, aneh, dan cenderung asyik sama dunianya sendiri sehingga kurang nyambung kalo diajak bersosialisasi. Hmmm...kok konotasinya agak negatif ya? Padahal mereka bener-bener passionate sama apa yang disuka dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tapi ya itu, mereka (mungkin termasuk saya juga) cenderung selektif untuk memasukkan orang ke social circlenya, karena percaya deh, kalo sesama geeksnerds ketemu, ngobrolnya nggak kelar-kelar!

Sekilas memang sama, tapi makin ke sini ternyata makna nerds dan geeks itu beda, lho. Apa aja sih?

1. Definisi (based on Thought.Co)
Dulu, istilah geek lahir karena adanya freak show dalam aksi sirkus. Tapi sekarang, modern geek didefinisikan sebagai:
A person with an intense interest in one or more subjects. A geek will have encyclopedic knowledge about these topics and may be an avid collector of tech or memorabilia related to the areas of concern.
Contoh kecilnya gini, kalo saya ngomongin Game of Thrones, pembahasannya nggak cuma seputar serial TV-nya, tapi juga baca buku, ngebahas fan theory, ngoleksi Funko, sampe merhatiin evolusi kostum tokohnya dari season 1 sampai sekarang (jadiin bahasan nggak nih buibuk?). Dan biasanya yang diminati oleh para geeks nggak cuma meliputi pop culture, tapi juga hal-hal yang dinamis, misalnya gadgets, desain grafis, dan lain-lain.

Sedangkan istilah nerd masa kini punya definisi yang cukup spesifik, yaitu:
An intellectual who is focused on learning all there is to know about one or more topics and mastering the skills of the discipline.
Contoh gampangnya, ada teman yang tertarik banget sama hal-hal yang bersifat akademis dan intelektual, bahkan punya potensi untuk mengubah dunia melalui inovasi atau penelitian yang telah dia capai. Dia nggak pernah berhenti belajar sampai hafal banget seluk beluknya melalui kuliah, seminar, pameran, jurnal, dan riset sehingga hasilnya akurat dan jadi life changer, diantaranya soal teknologi, astronomi, kimia, teknik mesin, musik, bahkan biologi!

2. Fashion
Does preppy look suits only for geeks and nerds? Not anymore! Soal fashion, rata-rata geeks mengikuti zaman ditambah embel-embel fandom favorit masing-masing, apalagi karena acara pop culture makin marak di sini banyak yang suka cosplay atau mengambil inspirasi fashion dari fandom kesayangan. Ini berlaku buat cewek maupun cowok, bahkan buat anak-anak. Desain kaosnya pun keren dan variatif sehingga bisa dipake buat sehari-hari, dan paling afdol kalo dipake buat nobar atau dateng ke event semacam Comic Con, kumpul sama komunitas atau pameran mainan.
Ada yang masih belum move on dari aksi jeng Gal Gadot di Wonder Woman?
Photo credits: Pinterest
Kalo nerds, kebanyakan (bukan berarti semuanya lho ya) mereka cenderung cuek sama fashion dan nggak ngikutin tren, Whatever looks comfortable on them, they wearing it aaaalll the time karena ngebahas efek bahan pakaian terhadap kulit atau kenampilkan kesan cerdas lebih menarik daripada sekadar tampil fashionable.
Tapi gimanapun juga nggak semuanya berbusana seperti itu dan balik ke personality masing-masing. Liat deh Amani Al-Khatahtbeh, tech entrepreneur muslimah sekaligus founder www.muslimgirl.com asal New Jersey, Amerika Serikat. Dia nggak hanya jago ngulik website sampai ke kode-kodenya, tapi juga berani tampil gaya. Yang lebih keren, Amani dan tim editorialnya pernah masuk Teen Vogue mewakili MuslimGirl sekaligus komunitas perempuan Islam di sana.

Photo credits: Teen Vogue

3. Sosial & Gaya Hidup
Baik geeks maupun nerds bisa ngerasa nggak nyaman ketika harus berbaur, karena ada hal-hal yang belum tentu orang lain mengerti ketika berinteraksi sehingga di mata masyarakat awam, kesan pertamanya adalah introvert. Ada benarnya, namun geeks juga ada yang ekstrovert sehingga mereka lebih luwes bersosialisasi dengan orang selain komunitas mereka sendiri. Mengingat geeks juga sejalan dengan tren kekinian, biasanya mereka jadi acuan teman-teman mereka soal film/buku/serial/gadget/games yang akan rilis dan cosplayers sering diajak foto kalau lagi ada acara pop culture. Bahkan ada yang nanyain referensi buat foto pre-wedding (beneran loh ini!) atau toko buat beli printilan fandom yang original.

Tau nggak sih, kostum tokoh cewek Game of Thrones paling sering salah kaprah karena kayak Disney Princess? Hihi!

Geeks seneng banget lho kalo ada yang nyamperin dan nanya-nanya soal fandom mereka, misalnya, "Eh kalo mau nonton Fantastic Beasts mesti baca Harry Potter dulu nggak sih?", "Ini karakter apaa, kok lucuk! Beli di mana?" atau "Gal Gadot cantik banget yah di Wonder Woman! Dia main di film apa lagi sih, bor?". Karena artinya ada lebih banyak orang yang bisa diajak ngobrol atau berbagi interest - termasuk fangirling / fanboying atau teman berburu Funko.

Sebaliknya, nerd memang rata-rata introvert dan lebih nyaman melakukan kegiatannya sendiri daripada ngomongin ke orang lain yang belum tentu ngerti sama topiknya, apalagi kalau dipenuhi istilah asing. Gaya hidupnya juga nggak macem-macem selama printilan pelengkap bidang yang mereka tekuni tersedia. Tapi lain cerita kalau ketemu dengan sesamanya atau mencoba untuk lebih terbuka, bisa jadi pemikirannya atau kepintarannya bisa bikin orang lain terkesan. Sekali-kali, ajak ngobrol deh untuk sekedar cari tau, mereka akan menjelaskannya dengan senang hati, dan siapa tau malah dapet topik obrolan baru.

Photo credits: HBO


Terlepas dari perbedaan di atas, ada quote yang keren banget dari Wil Wheaton (aktor pemain serial Star Trek: Next Generation) tentang betapa kerennya kalau kita kenal atau menjadi seorang geek dan nerd, simak deh:


Akhir kata, don't mess with the geeks and the nerd, guys. I mean it. Mereka bukan lagi orang yang bisa diremehkan hanya karena seleranya anti mainstream atau tau jauh lebih dalam. Kalau keberadaan mereka membawa pengaruh positif buat kalian setelah mengenal mereka, kenapa nggak? Because ultimately, both geeks and nerds are the most passionate people on the planet about anything they fond of to the bones.

Semoga blog postnya bermanfaat, ya!

Regards, Ratri



7 komentar:

  1. hemm... Sheldon di Big Bang Theory geek apa nerd yah? *trus mikir sendiri*

    BalasHapus
    Balasan
    1. pecahkan saja misterinya biar ramai :D

      Hapus
  2. Balasan
    1. Yaaaaasss! Be a proud one!

      Hapus
    2. Me too. I'm a geek and proud of it =)

      Hapus
  3. Sering dapet pertanyaan "bedanya geek sama nerd apaan?" kayaknya lain kali aku kasih link ke sini aja kali yaa biar langsung jelas :D btw setuju banget tuh evolusi kostum tokoh Game of Thrones dijadiin bahasan *salahfokus* :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Monggo banget, sodorin ajaaaa! Semoga tercerahkan yaaa *apeu*, ahaha. Hokeh, sebelom 17 Juli yak!

      Hapus

Komentar boleh, nyampah gak jelas jangan ya :D