Review Buku Crazy Rich Asians​ & China Rich Girlfriend by Kevin Kwan (Spoiler Free)



Assalamu'alaikum,

Kalo biasanya saya pergi ke toko buku buat beli pen brush atau buku gambar, 2 minggu lalu tentengan saya nambah: novel. Kepikirannya pun bener-bener impulsif ketika mau bayar di kasir karena ngeliat buku "China Rich Girlfriend" karangan Kevin Kwan yang denger-denger recommended buat para cewek. Berhubung lagi butuh bacaan, walhasil selama weekend kemarin nggak bisa lepas dari buku ini! Terus karena ternyata "China Rich Girlfriend" adalah sekuel "Crazy Rich Asians", tanpa tedeng aling-aling begitu kelar mampir Gramedia buat beli novel pertamanya.

So, without a further ado, let's begin the review!
Crazy Rich Asians
Sebelum masuk cerita pembaca disuguhi oleh silsilah tiga klan paling kaya se-Singapura: Young, Shang & T'sien sampai generasi ketiga. Tokohnya banyak dan punya cerita sendiri, namun berporos pada dua cerita inti: Nicholas "Nick" Young, pria idaman para sosialita sekaligus pewaris klan Young memboyong pulang Rachel Chu, dosen ekonomi New York University ke Tyersall Park, 'istana' keluarga Young di Singapura ; dan pernikahan ter-cetar membahana antara Colin Khoo-sahabat karib Nick dengan Araminta Lee.

Kelihatannya simple, tapi yang namanya rumor seputar orang kaya apalagi Nick Young nyebarnya lebih cepet lewat "Radio One Asia" (penasaran apa - atau siapa Radio One Asia? Baca aja!) dan reaksinya ke mana-mana. Ibunda Nick, Eleanor Young merasa sakit hati jadi orang terakhir yang tahu kabar percintaan Nick dan Rachel dari teman-teman se-gengnya yang super posh tapi keponya sampai harus menyewa penyidik segala, nggak kalah dari minceu Lambe Turah. Pasalnya, di mata keluarga Young terutama Eleanor dan nenek Nick- Shang Su-Yi, Rachel nggak cukup pantes mendampingi Nick karena berasal dari kelas menengah dan ABC - American Born Chinese. Belum lagi sikap cewek-cewek tajir yang super culas ke Rachel ketika diajak ikut bachelorette getaway-nya Araminta yang bikin geregetan, juga peristiwa demi peristiwa seru yang mereka alami dalam cerita.

Selain konflik keluarga dan pernikahan Colin-Araminta, tokoh-tokoh yang dekat dengan Nick dan Rachel juga punya cerita sendiri. Eddie Cheng, sepupu Nick yang super nyebelin dan perfeksionis, Peik Lin, sahabat Rachel yang punya keluarga paling ramah yang pernah Rachel temui selama di Singapura, dan jangan lupakan Astrid Leong - my personal favorite, sepupu Nick yang kehidupan rumah tangganya dengan Michael Teo nggak se-flawless penampilannya di tiap acara. Oh, jangan lupakan Alistair Cheng yang berpacaran dengan mantan artis Kitty Pong yang sensasional.

Pada akhirnya, apakah lika-liku Nick dan Rachel akan berakhir bahagia? Mari kita lanjut ke...

China Rich Girlfriend
Carlton Bao, party bachelor se-Asia mengalami kecelakaan mobil yang hampir menewaskan dirinya ketika di London. Berhubung dia adalah putra Bao Gaoliang, mantan gubernur Jiangsu sekaligus politisi ternama di Beijing, kejadian ini tentu nggak luput dari perbincangan kaum kelas atas di Asia. Long story short, gara-gara kecelakaan ini Carlton jadi terhubung dengan klan Young dan ibu-ibunya (Bao Shaoyen dan Eleanor Young) berteman. Belum selesai satu masalah, rupanya Carlton lagi deket dengan Colette Bing, selebgram yang attitudenya bikin ngurut dada (kalau kata ibu-ibu rumpi Sinjiapo: Alamak!) karena super duper perfeksionis, harus selalu mencolok, dan selalu bawa asisten 24/7 yang harus selalu standby fotoin Colette ke manapun dia pergi demi pencitraan paripurna.

Perjuangan Nick dan Rachel juga belum selesai karena nggak ada restu dari sang mama - dan keluarga besar Young tentunya, belum lagi sosok ayah kandung Rachel yang keberadaannya masih misterius. Namun jangan kuatir, sosoknya akan terjawab di buku ini oleh salah satu tokoh sentral yang nggak terduga dan bakal jadi jembatan merah keseluruhan cerita di buku ini.

Sensasi Kitty Pong juga masih ada lanjutannya, gaes. Gagal tunangan dengan Alistair Cheng, akhirnya Kitty Pong dipersunting Bernard Tai dan jadi sosialita paling disorot se-Asia. Nggak tanggung-tanggung, dateng ke acara lelang sendiri bawa dua anjing piaraan dan berhasil membeli lukisan paling berharga yang dilelang di situ. Namun bukannya makin naik, sensasinya justru bikin Kitty terpuruk. Oleh karena itu Corrina Ko-Tung, konsultan sosial menolong Kitty dengan merombak citranya habis-habisan. Berhasilkah Kitty memperoleh reputasi yang lebih baik dalam dunia pergaulan kelas atas yang ngeri-ngeri sedap? Just read, lah. I tak mungkin tebar spoiler.

Astrid Leong lagi-lagi dibuat gundah gulana: pernikahannya makin unhappy, ditambah kemunculan sosok mantan tunangannya, ahli IT Charlie Wu yang masih menyimpan perasaan terhadap Astrid walau sudah menikah dan punya anak. Akankah Astrid bertahan demi putranya Cassian atau malah bertindak?

Selain jalan ceritanya, saya jatuh cinta banget banget sama dua novel Kevin Kwan ini karena gaya penuturannya witty, sassy, sekaligus classy, sehingga meyakinkan pembacanya bahwa tokoh-tokohnya memang berasal dari kelas atas dengan segala lika-likunya yang jauh dari kata receh. Ketika baca, kita bakal tau gimana perasaan Rachel Chu ketika berhadapan dengan orang-orang seperti klan Young dan para sosialita dalam inner circle mereka. Ditambah lagi berbagai istilah atau ungkapan dalam berbagai dialek: Melayu Singapura, Mandarin dan Kanton jadi 'bumbu' tersendiri dalam percakapan antara tokohnya, terutama kaum ibu-ibu. Last but not least, radar geek saya juga langsung menajam ketika membaca beberapa tokoh dan istilah perfandoman juga disebut dalam buku sehingga saya makin betah membaca sampai selesai. Sepintas teringat kisah klan Hanafiah-nya mbak Sitta Karina, tapi ini lebih kompleks karena semua cerita tokohnya tumplek blek di satu buku sehingga setiap chapter menceritakan tokoh yang berbeda silih berganti.

Oh iya, ngomong-ngomong "Crazy Rich Asians" lagi dibuat versi layar lebar dan buku ketiganya, "Rich People Problems" bakal dirilis pertengahan tahun ini. Jadi, mumpung semuanya belum keluar yuk capcuss ke toko buku dan baca novelnya! Kalo udah selesai, bolehlah kita rumpi-rumpi cantik.

Regards, Ratri




8 komentar:

  1. Passs banget lagi penasaran sama 2 buku yg sedang diperbincangkan iniiii. Versi englishnya kyk gmn yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uuuh pasti lebih sassy lagi versi bahasa Inggrisnya!

      Hapus
  2. Wah seru kayaknya, saya belum baca nih tfs ya Mba Ratri^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mbak Sandra, yuk baca yuuuk!

      Hapus
  3. China Rich Girlfriend kok kayaknya seru bgt yaa. Jadi kepoooo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mangkanya bacaaak! Tapi biar konek baca Crazy Rich Asian dulu Man, ahaha

      Hapus
  4. Udah lama nggak baca novel, tapi entah kenapa nggak pernah tertarik baca novel impor. Selera lokal nih aku wkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah, selera kan suki-suki yes, ahahak. yang penting bikin terhanyut #eaa

      Hapus

Komentar boleh, nyampah gak jelas jangan ya :D