Warna-warni Sinema Wes Anderson


Assalamu'alaikum,

Permainan detail dalam sebuah film bakal membangun image dan ciri khas seorang sutradara. Seperti Michael Bay dengan efek ledakan, Steven Spielberg yang selalu "wah" dan memorable, Tim Burton dengan warna-warna gelap dan cerita yang saling 'nyambung' sampai Akira Kurosawa yang selalu simple tapi 'jleb'. Nah, ada satu lagi sutradara kawakan yang baru-baru ini terkenal karena filmnya dapet 9 nominasi Oscar dan memenangkan tiga diantaranya. Siapakah dirinya? Kenalan dulu dong...

Wes Anderson, sodara-sodara!

Flashback sebentar ke bulan Januari-Februari dimana ajang penghargaan (dan fashion red carpet) lagi ranum-ranumnya, karya teranyar Wes Anderson bertajuk "The Grand Budapest Hotel" mencuri perhatian dunia dengan segala sisinya: mulai dari cerita (ripiunya nyusul yaah!), kostum, sampe resep Mendl's courtesan au chocolat dibikin tutorialnya. Pokoknya menawan hati saya banget deh waktu nonton. Palet warnanya pun memanjakan mata dengan dominasi warna pastel yang feminin, kontras sama alur filmnya yang 'dark' tapi tetep jenaka. Itu juga yang saya rasakan ketika nonton garapan beliau sebelumnya, "Moonrise Kingdom" dan "Fantastic Mr. Fox". Memang baru tiga, namun berhasil bikin saya kepincut.

Wes Anderson, sutradara asal Amerika Serikat ini dikenal sangat presisi di setiap karyanya. Pengambilan gambar simetris, kamera mondar-mandir dengan lincahnya, selalu mengedepankan makna keluarga (langsung maupun ga langsung), dan, ini dia primadonanya : lihai main komposisi warna yang selalu selaras dengan ceritanya yang jenaka. As quoted here :
Color palettes may seem like an obscure aspect of film, but seeing Anderson’s color choices laid out makes it easier to understand what he was trying to accomplish with his cinematography overall. (source)
. Berhubung baru nonton tiga, yuk mari dikupas satu-satu.

1. Fantastic Mr. Fox
sumber
Mr. Fox dan keluarganya harus bertahan hidup di rumah pohon supaya nggak tergusur oleh tiga petani yang tinggal nggak jauh dari situ. Dibantu teman-temannya, anaknya Ash, keponakannya Kristofferson, Mr. Fox punya seribu akal supaya rumah mereka nggak diserbu tiga petani. Walaupun tokoh-tokoh utamanya binatang, di film ini kegiatan keseharian mereka manusiawi banget. Ada sekolah, supermarket, kantor, bahkan media massa!

Dominasi palet warna warm (kuning dan cokelat) bisa menunjukkan kehangatan keluarga dan sedulur Mr. Fox, walaupun nggak sempurna, serta warna kuning yang menggambarkan kecerdasan Mr. Fox sekaligus bikin yang nonton tetep semangat ngikutin petualangan mereka sampe filmnya selesai. Uniknya lagi, konsep film ini mirip-mirip sama Shaun the Sheep: stop motion.

2. Moonrise Kingdom
source
Film yang bercerita tentang kisah cinta dua abege introvert, Sam Shakusky & Suzy Bishop ini witty banget. Saling jatuh cintanya pun lucu, karena Sam ngeliat Suzy di pertunjukan operet gereja, abis itu mereka surat-suratan dan berencana...kabur bersama sampe nekat mau nikah. Alamak...tapi di mata saya mereka gemes-gemes lucu karena jauh dari gegombalan dan wajah kasmaran *lirik dedek-dedek SD yang udah berani manggil pacarnya "ayah-bunda"*.

Palet warnanya kanak-kanak banget, tapi karena shade-nya pastel dipadu warna army seperti hijau lumut dan khaki unsur kedua karakter utama, Suzy dan Sam terasa kuat dalam film, terutama dari landscape, properti dan warna baju yang dipake tokoh-tokohnya Secara Suzy kan anak cewek satu-satunya, sedangkan Sam anak pramuka. Komposisi warnanya dibikin agak halus dan selaras dengan latar (indoor maupun outdoor) supaya romansa abege di film ini terasa sweet dan tetap jenaka seperti alur cerita Moonrise Kingdom itu sendiri.

3. The Grand Budapest Hotel
source
Kagak afdol lah ya ngomongin palet warna di film-film dese tanpa ngebahas yang ini. Berkisah tentang petualangan seorang concierge hotel The Grand Budapest, Monsiour Gustave dan Lobby Boy yang mendadak bikin sekeluarga bangsawan kalang kabut lantaran nyolong lukisan ini cukup keren. Alur film ini cepet banget, kalo nggak ngikutin dari awal bingung sendiri kenapa si anu tau-tau begitu. Terlebih peran bintang tamunya walaupun porsi di film dikit tapi menghibur banget, misalnya Bill Murray, Owen Wilson, Tilda Swinton, dan Willem Dafoe (entah kenapa kalo dese main film perannya absurd melulu yak).

Keunikan dari palet warna dalam film ini adalah walaupun bersetting musim dingin dan jadul, warna pink, biru dan beige justru mendominasi, apalagi packaging Mendl's yang girly menambah kesan film ini nggak akan suram walaupun ada beberapa scene yang vulgar. Tapi elemen warna-warna bold pada interior hotel dan kostum menambah kesan timeless, 'hangat' dan matching sama personalitynya Monsieur Gustave yang puitis sekaligus citra The Grand Budapest Hotel pada masa jayanya. Perpaduan dua 'kubu' warna soft dan bold nyatu banget, selaras sama ceritanya.

Gimana gimana, sudah kepincut? Buat yang ngefans sama karyanya sharing yuk karya Wes Anderson lainnya yang recommended untuk ditonton :)

Regards, Ratri

4 komentar:

  1. Iya emang bagus banget gambarnya ya Mba :D

    BalasHapus
  2. Kereenn semua ya ka ratri tapi paling suka yang pastel sihh yang vintage ala anak2 itu hehehe

    BalasHapus
  3. Mbak Nia, Ayu, Echa : Iyaaa emang keren bangeeet :D

    BalasHapus

Komentar boleh, nyampah gak jelas jangan ya :D