33.6 km


Konon katanya, namamu mengandung makna kebahagiaan, menyenangkan, dan (ehem) tampan. Sebuah doa pemberian ayah dan bundamu yang  telah kamu sandang 19 tahun ini, dan akan terus melekat sepanjang nadimu masih berdenyut mengaliri kehidupanmu. Sejak pertama kali kuucapkan namamu—bahkan jauh sebelum kita bersama—delapan huruf itu membelenggu bibirku dalam pesona yang tak dapat kugambarkan dengan kata-kata. Mungkin kamu merasa de ja vu jika aku pernah menulis kalimat ini dua-tiga tahun lalu, namun setidaknya dengan menulisnya kamu bisa tahu perasaanku masih sama.  

Aku berpikir jalan mana yang dipilih takdir untuk mempertemukan kita, padahal dulu tak sedikitpun aku berharap akan bersamamu selama tiga tahun ini. Tapi dengan lucunya dia mempertemukan dan mengikat kita dalam serangkai kisah yang jauh lebih manis dari drama Korea yang pernah kutonton. Yah, tak sepenuhnya manis memang, tapi toh segala rasanya kita nikmati bersama hingga empat kali ulang tahunmu.

Karenanya kita tumbuh dewasa bersama-sama (dan mungkin menua bersama-sama—jika memang ada restu).  Ada beberapa hal yang berubah darimu, namun beberapa hal lainnya tak akan pernah berubah. Seperti misalnya jika kuperhatikan dari kejauhan, mungkin kamu adalah sosok pemuda yang berjalan meninggalkan jejak kanak-kanaknya yang masih tersisa, menoleh kesana kemari namun langkahmu tetap ke depan.  Mimik wajahmu bahkan biasa saja, bahkan kadang kebingungan walau seringkali dagumu terangkat. Belum lagi kebiasaan menggigit jari di waktu kosong sampai aku gemas ingin menjauhkan jemari dari mulutmu. Kalau saja aku tak tahu itu sudah menjadi watakmu, mungkin saja aku akan menjauh.

Tapi entah mengapa selalu ada kehangatan terpancar dari mata lebar nan sayu yang kau warisi dari ayahmu setiap kita bersitatap. Kehangatan yang membawa kita lebih dekat melalui sepasang mata di balik lensa kacamata yang membuatku jatuh cinta hingga kini. Jadi jangan heran mengapa senyumku langsung merekah kala bertemu. Atau ketika kamu tak ada di sampingku salah satu hal pertama yang muncul dalam kepalaku adalah tatapanmu.

Dan ya, kamu memang membawa kebahagiaan tidak hanya untukku, tetapi juga keluargamu, teman-temanmu, juga orang-orang yang berada di sekitarmu. 

Maka dengan ini kukirimkan cinta hingga 33,6 km jauhnya.

3 komentar:

Komentar boleh, nyampah gak jelas jangan ya :D