The Unexpected Journey (Part 2: Masjid Quba & Jabal Uhud)






Assalamualaikum!
Selama di Madinah, salah satu tempat yang gue kunjungi adalah Masjid Quba. Ada hadis yang mengatakan kalau shalat dua rakaat di mesjid ini pahalanya sama kayak pahala umrah. Maka waktu hari ketiga, gue dan rombongan ziarah ke sana.
Sampe di Masjid Quba, banyak banget jamaah yang solat di sana, apalagi karena wudhu gue udah batal akhirnya ngambil wudhu lalu shalat lewt pintu belakang. Subhanallah, meskipun ternyata ada tempat yang lebih bagus (dan tentunya bisa beribadah dengan khusyu' karena di tempat gue shalat padet banget,hehe), gue tetep bersyukur bisa mampir di mesjid yang pertama kali dibangun Rasulullah waktu tiba di Madinah--duh makin cinta deh gue sama kota ini :3

Dari Masjid Quba, kita mampir sebentar ke Pasar Kurma. Yang lucu, udah yang belanja jamaah Indonesia semua, belanjanya bisa bayar pake rupiah, tapi sayangnya harganya muahal (coklat sekilo sekitar Rp 120.000,- masa). Puas belanja di Pasar Kurma, lanjutlah ke Jabal Uhud. Buat yang belum tahu, Jabal Uhud adalah tempat Nabi Muhammad SAW berperang melawan pasukan Quraisy, tapi sayangnya kalah karena pasukannya dijebak, ditambah lagi paman beliau juga tewas waktu perang. Makanya di sana ada semacam tanah lapang yang dikasih pagar tinggi karena disitulah makam para mujahiddin yang tewas.

Tapii walau ada 'kenangan sedih' sejarah Islam, begitu ngeliat tempat ini langsung kebayang suasana perangnya, pasti epic kayak di film-film Lord of the Rings karena isinya gunung semua. Ditambah lagi ternyata Jabal Uhud kelihatan dari tempat gue nginep, subhanallah. Tempatnya keren banget kalo dari atas, makanya kita bisa mendaki gunung kecil biar bisa ngeliat keseluruhan view-nya. :D
Oh iya, di sana, waktu rombongan mau foto-foto, kita ketemu tiga perempuan Libya, cantik-cantik semua! Salah satunya sebaya sama gue, namanya Inas. Ayooo yang laki siap-siap naksir yaa:

Inas, a new sister from Libya. Cantik ya :D
Segini dulu ya, cerita dari Madinah, karena pada posting selanjutnya, cerita berlanjut ke Mecca, the city that (literally) never sleeps!

Regards, Ratri


0 komentar:

Poskan Komentar

Komentar boleh, nyampah gak jelas jangan ya :D