Ibu dan Keibuan

Hari gini, masih banyak yang bilang bahwa kalo belum jadi ibu perannya sebagai perempuan belum terasa lengkap. Rasanya bisa seperti ratu kecantikan tanpa selempang untuk disandang sebagai gelarnya. Namun, gelar sebagai ibu jauh lebih mulia daripada si ratu kecantikan karena perjuangannya jauh lebih berat untuk satu tujuan mulia:kebaikan anaknya di hari kelak.

 Bayangkan, beliau rela nahan sakit waktu kita nendang dinding perut,padahal jadi bayi  beneran aja belum. Waktu dilahirkan lebih epik lagi: penuh dengan darah,nyawa ibu diperebutkan oleh hidup dan mati,sampai akhirnya kita pun sukses hadir di dunia.
Setelah kita adapun nggak jarang Ibu harus mengorbankan waktunya demi mengurus kebutuhan kita akan makanan dan perhatian,sampai kita dewasa dan sudah faham akan hal-hal yang ada di sekitar kita. Seringkali ketika beranjak besar, Ibu 'memagari' kita dengan ribuan nasihat untuk "mengurung" biar kita tetap 'lurus' dan menempa dengan didikannya yang tegas namun sarat dengan kasih sayang yang terangkum dalam keibuannya.

Ngomong-ngomong soal keibuan, apa kabarnya keibuan itu sendiri?

Keibuan memang bumbu pelengkap ketika gelar ibu resmi disandang, dan tumbuh dengan sendirinya. Namun masih ada ibu yang belum siap mengasah naluri keibuannya, sehingga hubungan sang bunda dan buah hati pun ter'halang' oleh orang lain,yang justru naluri keibuannya lebih tajam: bisa seorang teman, sahabat, pacar, guru,bahkan si mbak/mbok. Intinya, nggak usah punya anak kandung dulu pun bisa "mennjadi ibu" dengan bersikap keibuan. Itulah ketika esensi keibuan seorang ibu kian pudar,padahal sebagai ibu, keibuannya harus selalu ada sepanjang hayat anak-anaknya. Pasalnya, hubungan ibu-anak itu nomor dua paling emosional setelah hubungan insan dengan sang Khalik

Ibu dan keibuan, dua hal nyaris serupa namun tak bisa disatukan begitu saja. Tapi toh dua-duanya sama-sama mengutamakan jurus kasih sayang yang megayomi. Entahlah, mungkin sudah menjadi kodrat perempuan memiliki naluri keibuan.

Regards, Ratri

7 komentar:

  1. weheahue... Kayaknya dunia per'kancutan lagi demam hari ibu nih... Hehe, semoga lob isa jadi seorang ibu yg baik...

    BalasHapus
  2. Waduuuh terharu bacanya..
    The bestlah buat seorang ibuu, jujur gue emang gak bisa lepas dari pelukan ibu, *mewek*

    BalasHapus
  3. Pengen jadi ibu nih,tapi bersyukur jugalah jadi laki-laki..

    BalasHapus
  4. "Ibu dan keibuan, dua hal nyaris serupa namun tak bisa disatukan begitu saja. " <-- Agreed.

    BalasHapus
  5. oh iya maap kak, bannernya saya curi.. hehe:) mohon curi balik banner saya ya! makasih

    BalasHapus
  6. ibu emank segalanya,
    bangga deh jadi calon ibu :)

    BalasHapus

Komentar boleh, nyampah gak jelas jangan ya :D