Decade Dreamer

Di umur-umur segini, biasanya stok mimpi lagi banyak-banyaknya,saking banyaknya semua impian sepuluh tahun desak-desakan mau diutarakan duluan kayak orang mau nonton konser. Seru banget membayangkan sesuatu yang akan terjadi dalam kehidupan gue:kuliah,jurusan apa yang berhasil gue ambil, kapan lulus, etc. Semuanya seliweran mau keluar dari otak gue. Kalau gue bisa bicara sama mimpi-mimpi itu, gue bakal bilang, "Oi,oi,oi! Ngantri dulu,semuanya! Kalo kalian tetep serabutan lama-lama blank nih gue!" Konyol? Yep. Tapi cara ini rupanya berhasil bikin mimpi-mimpi itu ngantri dengan tertibnya, hehehe...:)

Hmmm..gimana ya gue dalam kurun waktu sepuluh tahun?Oke, saatnya mengutarakan mimpi,satu demi satu.
Saat ini usia gue genap 18 tahun,berarti satu dekade kemudian umur gue 28 tahun, which is sudah menyandang predikat dewasa. This is what i'll see imyself within a decade..
Pertama, saat itu gue sudah mencapai cita-cita gue sebagai penulis: ya novel,cerpen, essay, blog,naskah..gue suka banget membagi pikiran dan khayalan lewat tulisan tanpa harus bertatap muka, dan untuk meraih mimpi itu gue harus merintisnya sedini mungkin, and i'm on my way there. Sedikit demi sedikit gue bisa ngerasain betapa senangnya kalo tulisan kita dibaca orang, apalagi sampe ditanggepin. Bagi gue,sebuah tanggapan--baik maupun buruk merupakan penghargaan paling jujur buat seorang penulis.
Kedua, jurnalis majalah Reader's Digest Indonesia. Sejak pertama kali baca RDI, gue langsung suka sama isinya: ringan,tapi berbobot. Kayaknya seru banget kalo akhirnya gue bisa berbagi aspirasi di bawah naungan majalah bertaraf internasional ke semua orang Indonesia no matter how old /young they are.
Ketiga, meraih gelar S1 dan S2 jurusan Sastra Jepang dan Komunikasi. Kenapa dua? Jujur aja, dua hal itu nggak berbeda jauh dari apa yang gue cita-citakan. Gue menyukai dua bidang itu sama besarnya. Walau gue mau jadi penulis, komunikasi yang baik juga diperluin banget lho buat masa yang akan datang.
Keempat, pengantin, istri dan ibu.  Semua cewek pasti memimpikan hari pernikahannya,nggak terkecuali gue.Gue suka banget ngebayangin hari pernikahan gue nanti:mulai dari baju, adat, siapa aja yang bakal hadir dan tentunya siapa yang akan menjadi suami gue.Juga gimana gue menghadapi setiap persoalan rumah tangga supaya pernikahan gue langgeng. Sementara menjadi ibu menurut gue adalah profesi paling keren,karena melahirkan kehidupan dari seorang manusia, dan perjuangannya itu luar biasa. Kalo gue menjadi ibu, gue mau membesarkan anak-anak gue penuh cinta (iyalah) dan senantiasa mengenal kebudayaan negerinya supaya nasionalisme tetap ada.
Kelima, seorang jilbaber alias muslimah. Dari dulu, gue punya keinginan untuk memakai jilbab (karena agama gue sebenarnya mewajibkan setiap muslimah menutup aurat),tapi kadang keinginan itu surut karena ngeliat banyak orang-orang seumur gue melepaskan jilbabnya setelah sekian waktu make.Banyak yang bilang gue kelihatan lebih anggun kalo pake jilbab (narsis mode on),dan gue ngerasa nyaman pakenya. Berhubung ini nyangkut masalah lahir batin dunia akhirat, gue masih 'nabung iman' dan berharap sepuluh tahun lagi gue sudah berjilbab :)

Ini adalah selentingan dari semua decade dream gue yang masih sangat banyak menumpuk di otak, dan gue percaya salah satu dua diantaranya akan terwujud, karena gue adalah seorang decade dreamer. Nah, sekarang gue siap pasang kuping pasang mata mendengar lo bercerita: bagaimanakah elo ngeliat diri lo dalam sepuluh tahun? Siapa tau nanti terwujud :) (Amiiiiiiiiiiiin)

Regards, Ratri

0 komentar:

Poskan Komentar

Komentar boleh, nyampah gak jelas jangan ya :D