UAN, Lima Hari untuk..Selamanya??

Nggak kerasa momen itu akan terjadi lagi sama gue tahun depan, walaupun seminggu ke depan gue rehat sejenak, atau bahasa sekolahnya 'belajar di rumah' (walaupun nggak sepenuhnya belajar sih). Pasalnya, mulai besok adalah saat-saat paling kritis bagi siswa kelas 12. Ketegangan itu udah kerasa lewat berbagai status yang dicantumin para kakak kelas gue via facebook, berbagai berita seputar UAN mulai dari bocornya soal sampe berbagai skandal di sekolah. Belom lagi standar yang makin lama makin naik dan pelajarannya jadi nambah yang tentuanya mengundang kontroversi dari masyarakat (terutama siswa dan guru) ke para insan pendidikan yang udah pasti memegang kendali aturan pendidikan yang bercampur aduk dan nggak konsisten. Ibarat nenek sihir (atau kakek sihir?)lagi ngaduk-ngaduk ramuan, orang-orang tersebut ngaduk-ngaduk kurikulum sampe bikin kita pada puyeng setengah mati gara-gara setiap tahun ada aja kurikulum dan sistem pendidikan yang cepet banget berubah kayak bunglon menyamar.
Kalo situasinya udah begini, UAN kayaknya jadi penentu hidup-matinya seorang siswa. Loh kok hidup-mati, bukannya sukses-gagal? Iyalah,nilai-nilai yang jadi penentu kelulusan itu kayaknya sudah menjelma jadi cerminan diri kita melalui lima hari penting itu. Kalo udah gagal, waaah...konon katanya nggak sedikit yang harakiri maupun masuk RSJ saking stressnya.Memang kedengerannya sedikit absurd, Tapi itulah kenyataannya dan mau nggak mau, suka nggak suka, tahap ini memang harus kita lewatin demi mendapatkan jalan untuk menapaki kehidupan baru.
Buat semua anak kelas 12 di tanah air..selamat berjuang! :)

0 komentar:

Poskan Komentar

Komentar boleh, nyampah gak jelas jangan ya :D